Yang Dilakukan Setelah Punya Raspberry Pi


Yah, sebenernya gak harus setelah punya doang sih melakukannya. Postingan kali ini membahas cara memasang dan pengaturan Raspbian pertama kali pada Raspberry Pi. Yaa gak harus pertama kali juga sih. Intinya, mau coba bikin judul yang clickbait deh 😂

Pos kali ini mencakup tahap persiapan, eksekusi, dan pengaturan Raspbian. Semoga mudah dimengerti. 🙏

Persiapan

Sistem operasi yang (menurut saya) paling mudah dipasang dan dioperasikan adalah distro Linux Raspbian yang berbasis Debian. Distro ini bisa langsung diambil dari situs Raspberry Pi. Saran saya, ambil Raspbian aja, jangan NOOBS. Kenapa? Karena lebih simpel 👍

Ada dua versi Raspbian, diantaranya :

  • Raspbian Desktop, yang memiliki desktop LXDE. Ukuran berkas zip untuk Maret 2017 sebesar 1,5 GB dengan ukuran setelah di-unzip sebsar 4,1 GB.
  • Raspbian Lite, yang tidak memiliki desktop. Hanya antarmuka CLI yang disediakan. Ukurannya pasti lebih kecil dari versi dekstop.

Saya sarankan untuk menggunakan micro SD Class 10, minimal 8 GB (mengingat ukuran Raspbian Desktop).

Kemudian, unduh Etcher agar proses memindahkan citra (image) ke micro SD lebih mudah. Namun jika anda terbiasa menggunakan CLI pada Linux, anda dapat menggunakan perintah dd yang dapat dikombinasikan dengan pv agar proses dapat terlihat.

Setelah semua siap, mari kita lanjutkan ke tahap memasang raspbian di raspberry pi.

Eksekusi

Untuk mendapatkan citra (image) raspbian, lakukan unzip pada berkas raspbian yang telah diunduh. Setelah selesai di-unzip, buka Etcher jika anda menggunakan Etcher, atau buka Terminal jika anda menggunakan dd.

Pada tahap ini, citra raspbian akan dimasukkan kedalam micro SD. Jika anda menggunakan Etcher :

  1. Buka berkas img hasil ekstrak
  2. Ppilih perangkat dimana terdapat micro SD yang dituju
  3. Lakukan Flash.
  4. Tunggu hingga proses selesai

Jika anda menggunakan dd, gunakan perintah yang pertama jika tanpa pv, atau gunakan perintah kedua jika menggunakan pv. Untuk apa pv? Agar proses terlihat. Tanpa pv, ya sabar aja sampe beres karena tidak terlihat prosesnya 😊. Alamat perangkat itu contohnya sdb, mmcblk0, dlsb. Bukan partisi ya.

sudo dd if=/tempat/berkas/raspbian.img of=/dev/perangkat bs=4M
sudo dd if=/tempat/berkas/raspbian.img | pv | sudo dd of=/dev/perangkat bs=4M

Jika proses sudah selesai, cabut micro SD, lalu masukkan kembali. Untuk apa? Untuk melakukan pengaturan agar dapat melakukan ssh dan remote dengan mudah melalui jaringan kabel 🙂 (sebenarnya bisa melakukan remote melalui port serial. Tapi lebih enak lewat kabel LAN sih)

Pada partisi boot, buka berkas cmdline.txt. Lalu tambahkan tulisan dibawah ke bagian paling ujung (masih di baris yang sama) untuk mengatur IP statik. IP dibawah hanya contoh, tapi ini yang biasa saya gunakan karena sepengalaman saya, rata-rata komputer memasang IP 169.254.189.xxx. Lalu simpan berkas tersebut.

ip=169.254.189.2

Setelah itu, buka notepad/editor lain, kemudian lakukan save as (tanpa harus mengisi tulisan apapun). Pastikan save as type-nya All files agar saat berkas tersimpan tidak ada ekstensinya. Beri nama ssh kemudian simpan. Ini merupakan salah satu fitur sekuriti dari Raspbian.

Setelah yakin dengan semuanya, masukkan micro SD kedalam Raspberry Pi.

Pengaturan

Setelah Raspberry Pi dinyalakan, tunggu beberapa menit. Setelah itu lakukan remote melalui ssh menggunakan aplikasi PuTTY (Windows) atau menggunakan perintah ssh pi@169.254.189.2 pada terminal Linux/macOS. Kredensial asali (default) adalah username pi dengan password raspberry. Kata sandi (password) tidak akan terlihat saat dimasukkan.

Setelah login, ketikkan perintah dibawah untuk melakukan pengaturan raspbian.

sudo raspi-config

Lakukan perubahan kata sandi, dan atur antarmuka (interface) yang dibutuhkan seperti SSH untuk remote konsol, VNC untuk remote GUI, dan lain sebagainya.

Untuk mengatur jaringan nirkabel, jalankan perintah dibawah, lalu tuliskan dibagian bawah berkas tersebut, tulisan seperti dibawahnya 😂. Tekan Ctrl+X untuk keluar, Y untuk menyimpan, Enter untuk overwrite.

sudo nano /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf
network={
    ssid="MYSSID"
    psk="passphrase"
}

Selesai deh 🙂

 

Eh iya, biar gak lama pas booting, kalo emang bakal pake jaringan nirkabel, jalankan perintah dibawah, lalu hapus bagian ip=xxx

sudo nano /boot/cmdline.txt

Selesai (lagi) deh 🙂
Semoga mudah dimengerti, dan semoga harimu menyenangkan 🙂

Referensi :
https://www.raspberrypi.org/documentation/installation/installing-images/README.md
https://www.raspberrypi.org/blog/a-security-update-for-raspbian-pixel/
https://www.raspberrypi.org/documentation/configuration/wireless/wireless-cli.md

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s