Pengalaman Bersama openSUSE


Hai semua 😊
Kembali lagi dengan saya edisi nulis tentang linux. Kali ini saya mau cerita pengalaman saya bersama openSUSE.

Awal cerita mengapa saya menggunakan openSUSE, karena saya melihat Plasma 5 yang bagus nan cantik. Apa hubungannya? Saya lagi nyari distro yang emang bawa KDE langsung. Walaupun ada Fedora dengan spin KDE, tapi tetap saja akan berbeda dengan yang bawaannya emang KDE.

Disisi lain, openSUSE menawarkan kemudahannya dengan YaST dan One Click Install. Fasilitas ini sangat memudahkan kalian yang baru mengenal Linux. Kenapa? Karena dengan fasilitas ini, kalian tidak perlu menyentuh yang namanya command line hanya untuk mencari dan memasang berkas. Tinggal akses halaman ini, lalu masukkan nama paket yang diinginkan. Lalu, voila! Muncullah nama paket yang bisa kalian pilih untuk dipasang (jika paketnya ada tentunya 😂).

YaST tidak hanya tentang masang dan hapus paket. YaST ini bisa diibaratkan, Control Panel-nya Windows di openSUSE. Serba ada.
Atur partisi? Bisa. 👍
Manajemen paket? Pasti. 👍
Pengaturan Boot Loader? Ada. 👍
Atur peladen FTP? Siap. 👍
Firewall? Jelas. 👍
Dan masih banyak yang lainnya. 👍

Tampilan dari YaST

Hah? Linux kok gak pake CLI?
Kalau pemula, gak masalah lah pake GUI. Kalo mau pake CLI juga bisa kok. Apa sih yang gak bisa di openSUSE *cailah*. Dengan menggunakan openSUSE, kalian akan mendapatkan kemudahan GUI, juga kekuatan CLI.
GUI? Mudah. CLI? So pasti bisa. 👍

Oh iya, hampir lupa. Ada yang namanya Open Build Service (OBS). OBS ini bisa dibilang tempat kita bisa memaketkan aplikasi dari source. OBS milik openSUSE beralamat di build.opensuse.org. Hanya dengan membuat specfile, dapat dijadikan paket aplikasi untuk openSUSE, SUSE Linux Enterprise, Fedora, CentOS, Ubuntu, juga Debian.
Wah, baik sekali ya openSUSE ini. Jelas! 😊👍

Gimana? Sudah tertarik dengan openSUSE?
Ada 2 varian dari openSUSE, yaitu Tumbleweed dan Leap. Tumbleweed untuk kalian yang suka dengan rolling release, Leap untuk kalian yang terbiasa dengan rilis yang terjadwal. Lebih lanjut, bisa dilihat di situsnya di opensuse.org.

Sekian pengalaman saya dengan openSUSE. Untuk pengalaman saya bersama openSUSE yang lain, bisa cek di sini, sini, sini, dan sini. Sampai jumpa lagi di lain waktu 😊👍

Duh, belum di-update nih. *ehm*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s