Jalan-jalan ke Museum Gedung Sate


Wah, tidak terasa 2017 akan segera berakhir! Begitu pula promo gratis masuk museum gedung sate! πŸ˜€

Yah, sebagai pemburu gratisan, tidak ada salahnya saya coba mampir kesini. Museum ini baru diresmikan pada bulan Desember ini, dan gratis masuk sepanjang bulan Desember. Selagi masih gratis (dan ada yang ngajak (baca: orang tua)), mampirlah saya kesini. Bagaimana didalamnya?

Museum Gedung Sate. Lihat ada tulisan gratis disana? ☺️

Sebelum masuk, kita harus tahu dulu bagaimana caranya agar kita bisa masuk kesana. Pintu masuknya bukan dari depan gasibu, melainkan dari gerbang yang mengarah ke Jalan Banda (info dari sini) (saran, mending baca post saya dulu. Yang itu terlihat lebih menarik soalnya πŸ˜‚). Untuk parkir motor, (kata satpamnya sih) bisa parkir di museum pos. Dari museum pos, tinggal jalan melewati lorong yang bertuliskan “Kantor Pos” untuk kedalam area gedung sate. Dari sana, akan terlihat papan nama “Museum Gedung Sate”.

Jika anda bertemu dengan pintu seperti di foto, maka anda berhasil menemukan pintu masuknya. Berhubung tadi cukup padat didalam museum, saya dan rombongan (baca: orang tua) menulis nama di daftar pengunjung dan menunggu untuk dipersilakan masuk. Sambil menunggu, kami disuguhi oleh pemandangan yang akan kami temui di pintu keluar πŸ˜‚. Tidak lama, kami dipersilakan masuk.

Hal pertama yang dapat saya lihat adalah denah museum, dan linimasa yang menceritakan Gedung Sate beserta pembangunan gedung gedung bersejarah. Disini saya tidak sempat mengambil gambar, karena belum terpikir untuk menulisnya disini. πŸ˜‚

Beralih dari hal yang pertama (jadi ini yang kedua), kita disuguhkan dengan arsitektur dari gedung sate. Bagian ini disuguhkan baik berupa gambar, audiovisual, juga dengan barangnya secara langsung. (Maaf foto kurang bagus, karena keterbatasan jarak)

Gambar Kunci – Key Plan

Layar yang menunjukkan banyak informasi mengenai arsitektur

Seorang anak yang bermain dengan kaca yang bisa disentuh dan menampilkan bentuk ornamen dari gedung sate

Arsitektur & Ornamen Bangunan – Building Architecture & Ornament

Ah iya, ada bagian yang menarik disini. Pemerintah kolonial menyusun peraturan khusus untuk wilayah sekitar gedung sate. Salah satunya adalah bangunan sekeliling gedung sate dalam radius 1 km harus menggunakan atap sirap. Jika masih berlaku, apartemen yang sedang dibangun itu jadinya seperti apa ya… πŸ™ˆπŸ™Š

Maaf jika fotonya kurang fokus. Hehe

Di sudut lain, terdapat profil para Gubernur dan Wakil Gubernur. Profil ini ditampilkan pada layar yang dapat disentuh untuk memilih tokohnya. Selain itu, ada pula… lihat saja di foto. Maaf saya kurang tahu apa itu namanya πŸ˜… (yang tahu, boleh komen aja).

Wah, kok yang di layar sama yang lagi berdiri mirip ya? ☺️

Semua foto saya ambil dalam keadaan shutter bunyi lho ya ☺️

Ini jangan disentuh. Maaf tadi saya sentuh sentuh, soalnya tulisannya tertutup perut saya. πŸ˜‚

Lanjut lagi, kita disuguhkan dengan jalan yang menampilkan awan yang kalo kita injak, akan memunculkan pemandangan sekitar gedung sate πŸ˜ŠπŸ‘. Jalan ini akan mengantarkan kita ke bagian audiovisual (yang saya tidak masuk kedalamnya) dan virtual reality (yang tadi sayangnya rusak 😒). Disamping virtual reality, ada ruang arsitektur (kalau gak salah ini namanya) yang menampilkan arsitektur baik nasional maupun mancanegara.

Waaaa aq maw jatuuuhhh 😭

Tetap semangat, kang! πŸ˜ŠπŸ‘

Dan inilah perjalanan terakhir kita. Suguhan sketsa dan hasil laser scanner 3D dari bangunan gedung sate mengantarkan kita ke jalan pulang.

Terima kasih, bapak dan ibu sekalian. πŸ˜ŠπŸ‘ (Maaf, fotonya susah, editnya gak rapi. πŸ˜‚)

Begitulah pengalaman saya. Jika ingin berkunjung ke museum gedung sate, kabarnya sih nanti bayar tiket masuk Rp 5.000,- saja. Dan untuk berkunjung, perlu dilakukan reservasi melalui situsnya di http://museumgedungsate.org (ini info dari teteh yang jaga ya. Dia bilangnya sih masih sepertinya, tapi terlihat ragu. Anggap saja untuk berjaga-jaga).

Museum Gedung Sate

Museum Gedung Sate
Buka : Selasa – Minggu (Hari libur nasional tutup), 09.30 – 16.00
HTM : (katanya sih bakalan) Rp 5.000,- (reservasi di http://museumgedungsate.org)

Apakah anda tertarik? Atau anda sudah berkunjung kesini? Ayo bagikan di komentar!

Gambar diujung jalan keluar bagian kanan (yang malah saya abadikan pertama kali πŸ˜‚)

Untuk foto, silahkan digunakan, namun jangan diaku-aku. Hargai yang sudah mengambil gambar dengan susah payah. Ini udah baik gak pake tanda air, lho. 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s