Akhir Tahun


Bagaikan Glenn Fredly yang mengakhiri kisahnya di bulan Januari, hingga Efek Rumah Kaca yang menyukai keadaan selepas hujan di bulan Desember. Bagiku setiap bulan memiliki kisahnya masing-masing. Manis, pahit, asam, rasa-rasa tersebut mewakili dari kisah yang akan terus teringat di memori.

Entah berapa banyak manis yang telah kualami, pahit yang telah kujalani hingga asam yang telah kurasakan. Mulai dari wajahmu yang selalu membuatku mabuk kepayang, hingga pahitnya kalimat penolakan yang membuatku pusing tujuh keliling. Tak hanya itu, terlalu banyak kenangan tentangmu yang masih terngiang didalam ingatanku.

Teringatku memulai tahun 2015 dengan mendengar suaramu, dan mengakhirinya dengan berharap hal itu terulang kembali. Kini aku pun merasakannya. Aku merindukanmu. Aku merindukan sosokmu yang selalu hadir di setiap mimpi-mimpi indahku. Terlalu banyak senyuman untukmu yang bahkan mungkin tak kau sadari. Mungkin aku harus meninggalkan semuanya ke belakang.

Kini aku berada di penghujung tahun 2016. Tak bisa kupungkiri bahwa aku menghabiskan tahun ini bersamamu, walaupun kutahu kau tidak merasakan hal itu.

Terima kasih, dan maaf.
Maaf karena ku terlalu mencintaimu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s