Manusia sebagai Makhluk Sosial


Pada dasarnya, manusia membutuhkan satu sama lain untuk tetap hidup. Bukan berarti saya tidak membutuhkan siapa-siapa ya. Apa yang saya maksud dalam tulisan ini adalah : Apakah saya menjalankan fungsi sosial sebagaimana mestinya?

Berbicara kehidupan sosial, pertanyaan yang mungkin timbul adalah apakah saya memiliki kehidupan sosial? Sudah jelas jawabannya : Ya, saya punya.

Tangkapan layar dari folder "Social Life" di launcher. Itulah kehidupan sosial saya. Di dunia maya, dimana segala hal bisa terjadi. Memang tidak sehat, tapi memang saya jarang berkomunikasi dengan orang lain di dunia nyata (diluar keperluan). Bisa dikatakan saya jarang berada di keramaian bahkan jarang bertemu dengan orang lain (diluar kebutuhan).

Memang benar, internet mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Dengan alasan itulah saya mulai meluangkan waktu untuk bertemu dengan teman yang sebenarnya dekat, namun kami jarang bertemu (karena kesibukan di kampus masing-masing). Dengan penggunaan HP tentunya karena gaada paket internet. Hasilnya? Tidak buruk🙂

Beberapa waktu lalu ada berita duka dari tetangga saya. Sebagai tetangga yang baik dan lagi di rumah karena biasanya jarang, saya (dan ayah saya) pergi melayat ke rumah tetangga tersebut. Itung-itung ketemu tetangga lah. Disana saya bertemu dengan bapak-bapak (beberapa diantaranya udah punya cucu), kakak kakak yang sudah menikah dan tidak bertemu dengan teman sebaya saya. Saya mencoba untuk berbaur dengan orang-orang yang ada disana.

Bapak-bapak mengobrol tentang berbagai macam hal. Saya hanya bisa memperhatikan dan ikut tertawa. Kakak-kakak pun punya obrolan sendiri tentang pekerjaan (dan berat badan). Bapak-bapak dan kakak-kakak pun sempat berbincang bersama. Saya? Kebingungan. Tidak tahu harus memberikan umpan balik seperti apa. Disana saya merasa kehilangan. Kehilangan seseorang yang ada dalam diri saya beberapa tahun lalu. Seseorang yang supel, bisa bergaul dengan siapa saja. Seseorang yang mudah untuk berbicara (walau terkadang menyakitkan hati). Namun saat itu, saya memilih untuk tetap diam. Diam seakan-akan saya tidak hadir disana.

Hmm…
Mungkin itu alasannya.

One thought on “Manusia sebagai Makhluk Sosial

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s