1 Syawal 1434 H


Assalamu’alaikum Wr. Wb.🙂 #edisilebaran #bukancumankhususedisilebaran #harusdibiasakanketikabertemu #masihmemikirkandalamkontekstulisan *eh

Tidak terasa sudah 29 hari lamanya (bagi yang mengikuti pemerintah) kita menjalankan ibadah Shaum Ramadhan 1434 H dengan suka cita hingga akhirnya kita bertemu dengan penghujung bulan Ramadhan, yaitu bulan Syawal. Apa yang kita rasakan? Senang karena kita menuju hari kemenangan? Senang karena kita bisa makan lagi di siang bolong? Atau bahkan Sedih karena kita telah meninggalkan bulan penuh rahmat ini?

Cukup banyak yang dapat saya petik dari Bulan Ramadhan 1434 H. Banyak pula bahan evaluasi untuk kedepannya. Seperti yang akan saya ceritakan sekarang agar para pembaca tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang saya lakukan.

Ramadhan kali ini…
Tidak terasa bahwa sudah menjalani ibadah shaum selama 29 hari. Namun rasanya ibadah yang dilakukan tidaklah maksimal. Tahun ini lebih tidak teratur, karena banyak urusan yang masih harus saya urus di sekolah. Sudah berulang kali saya buka dadakan bersama teman-teman di sekolah. Berulang kali saya ketinggalan Shalat Tarawih di Masjid. Gagal merutinkan membaca Al-Qur’an (walaupun masih tetap dibaca) dikarenakan terlalu banyak kegiatan. Masih banyak kekurangan-kekurangan lain yang harus diperbaiki ditahun yang akan datang.

Saya teringat dengan ceramah salah satu khatib saat saya mengikuti kuliah (subuh) beberapa waktu lalu. Yang penting bukanlah berapa banyak Juz yang kita baca, bukan pula berapa kali kita shalat berjamaah selama bulan Ramadhan. Namun yang terpenting adalah bagaimana kita merutinkan membaca Al-Qur’an, merutinkan beribadah setelah kita melewati Bulan Suci Ramadhan. Walaupun masih statis (misal) satu hari 5 ayat, namun alangkah lebih baiknya jikalau ada peningkatan.

Namun…
Banyak pula beberapa hal yang dapat saya petik dari Bulan Ramadhan 1434 H ini. Kita harus pandai-pandai me-manage waktu, harus lebih rajin beribadah, merutinkan apa yang telah dilaksanakan beberapa hari kebelakang, memperdalam ilmu agama, dan masih banyak lagi jika kita melihat isi dari para khatib dan pemateri Pesantren Ramadhan.

Pencapaian yang telah saya capai pada Ramadhan 1434 H ini setidaknya ada 2. Yang pertama adalah membantu Badan Amil Zakat di masjid dekat rumah dalam meng-akad-kan Zakat yang merupakan pembelajaran bagi saya untuk kedepannya agar tahun depan saya dapat dengan lancar meng-akad-kan dan membantu BAZ agar Remaja Masjid tidak dipandang sebelah mata. Yang kedua adalah saya lebih tinggi dari kakak saya. Beneran. Kemaren iseng liat kaca ternyata bener ._.

Pada tanggal 1 Syawal 1434 H, dengan disaksikan laptop, lampu serta gema takbir yang berkumandang, saya hendak meminta maaf kepada semuanya atas segala kesalahan saya. Maaf bilamana ada yang merasa sakit hati kepada saya. Kritik dan Saran selalu welcome melalui twitter. Jadi jikalau ada yang tersinggung dikarenakan membaca tulisan saya, langsung mention saya aja di twitter🙂.

Saya pun hendak mengucapkan terimakasih kepada para warga di sekitar Masjid At-Taqwa RW 08 Margahayu Raya, Bandung atas takjilnya di masjid. Takjil merupakan salah satu faktor penyemangat untuk shalat Maghrib di Masjid. Bukan berharap takjil, namun kita dapat buka sama-sama ketika mendengarkan Adzan Maghrib berkumandang sambil bersenda gurau di pelataran masjid. Terimakasih kepada RT (atau jalur?) yang memberikan takjil yang cukup banyak, sehingga saya harus mengatakan “Cukup! Banyak banget!”. Seperti apa yang dikatakan Pak Sardjono,

Kalau takjil, gorengannya jangan kebanyakan. Nanti kolesterol.

Kalimat sakti itu, dapat merubah keadaan yang asalnya ada 2 piring gorengan, akhirnya menyusut menjadi hanya 1 piring😀.

Makanan berat dan selada hasil panen warga sekitar masjid serta gema takbir menutup rangkaian acara pada Bulan Suci Ramadhan 1434 H. Semoga amal ibadah kita pada Bulan Ramadhan serta dibulan-bulan lainnya diterima oleh Allah SWT, dan semoga kita dapat dipertemukan dengan bulan Ramadhan selanjutnya. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s