Suasana


Terkadang untuk melakukan sesuatu, kita membutuhkan suasana yang khusus. Salah satunya untuk menulis di blog ini juga, butuh suasana yang khusus. Saat ini keadaannya tenang, kondusif. Suasana yang sudah lama kuimpi-impikan akhirnya terwujud. Suasana seperti ini pula yang bisa membuat rileks, dan menaikkan mood menulis di blog🙂

Ada kalanya kita membutuhkan suasana yang tenang untuk beristirahat. Setelah lelah menjalani aktivitas selama seminggu bahkan sebulan, rasanya baru sekarang aku merasakan kenyamanan duduk didepan meja belajar (untuk main laptop tentunya :P). Ingin rasanya setiap hari merasakan suasanya seperti ini.

Beberapa waktu yang lalu, akupun sempat merasakan suasana tenang seperti ini di sekolah. Tepatnya didepan kelas XII IPA 5 SMAN 12 Bandung. Angin berhembus dengan kencangnya, membawa beban-beban pikiran yang selama ini hinggap di pikiran melayang jauh. Rasanya seperti ingin terbang dengan bebasnya bagaikan burung di angkasa, namun tidak menggunakan narkoba. Karena jika menggunakan narkoba, masa depan akan hancur (ngiklan).

Terkadang, beberapa orang menunjukkan wajah cerianya didepan orang lain. Padahal orang tersebut memiliki banyak masalah yang mungkin sulit untuk diceritakan, atau bahkan tidak dapat diceritakan sama sekali. Dan terkadang menjadi seorang pendiam adalah jalan keluar yang sangat amat salah. Kenapa? Karena saya telah membuktikannya. Menjadi pendiam malah semakin membuat dada ini sesak karena terus-menerus memikirkan masalah yang dipendam sendiri.

Tetapi beberapa orang malah berusaha untuk menjadi pendiam agar tidak jatuh kedalam lubang kelalaian. Mereka ingin menghemat pembicaraan mereka agar tidak terjadi suatu hal yang tidak diinginkan. Katanya sih buat preventif. Namun segala sesuatu ada sisi baik dan buruknya yang bisa kalian pertimbangkan sendiri.

Tidak semua suasana tenang dapat menenangkan. Terkadang suasana seperti itu malah mencekam. Contohnya seperti saat Latihan Kepemimpinan Siswa. Suasana dikala itu diam mencekam, bukan menenangkan. Namun suasana tenang setelah turunnya hujan yang menimbulkan terciumnya harum tanah dapat membuat seseorang lebih rileks dan dapat meringankan beban pikirannya.

Terkadang suasana yang ramai pun diinginkan beberapa orang. Suasana ramai yang bagaimana? Kalau saya pribadi sih lebih menyukai suasana disaat para siswa bermain basket dan voli di lapangan sepulang sekolah. Ramai, namun masih puguh. Masih jelas kegiatannya. Namun perlu diingat. Tidak semua suasana ramai pun baik. Contohnya suasana ramai saat rapat. Walaupun terkadang dibutuhkan, namun terkadang itu sangat mengganggu.

Contohnya saat para peserta rapat sedang memperhatikan pembicara, dan ada satu atau beberapa orang yang mulai berdiskusi dengan suara yang pelan, namun sedikit keras. Itu dapat menular ke peserta lainnya karena setelah mereka tidak fokus, mereka akan mencari kesibukan lain namun masih tetap mendengarkan.

Tidak semua yang tidak memperhatikan pembicara adalah orang yang sibuk sendiri. Terkadang orang yang mencari kesibukan sendiri adalah orang yang berusaha fokus kepada pembicara, namun menggunakan caranya sendiri. Mulai dari memainkan pulpen, memainkan spidol, hingga memainkan HP (memainkan disini berarti menekan-nekan tombol atau menyentuh-nyentuh layar. Main game (hampir) tidak dimaksudkan disini).

Jadi, tidak semua suasana dapat membuat semua orang menjadi rileks maupun fokus. Semua orang memiliki caranya masing-masing.

Terkadang, menyendiri itu indah. Namun menjauh dari keramaian itu tidak baik.

11 thoughts on “Suasana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s