Kebebasan Berekspresi (di) Internet


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah. Akhirnya postingan yang tertunda ini di-Publish juga😀 Setelah terkena efek Procrastination, akhirnya selesai juga😀. Saya ingin mengucapkan Terimakasih kepada Allah SWT, kedua Orang Tua yang selalu mendukung, kepada guru (gak tau kenapa, pengen nulis aja :)) dan juga kepada teman-teman saya (yang mau diajakin bikin video lipsync gagal :))

Pada postingan kali ini, saya akan mengangkat tema mengenai Kebebasan Berekspresi (di) Internet (#eaaa mencoba baku)

Iseng-iseng Download dan Nonton Film Dokumenter berjudul #linimas(s)a terus baca tweetnya @internetsehat eh ada Kompetisi. Lumayan lah. *ehm* cukup sudah pembukaan. Mari kita masuk ke topik🙂

Saya semakin semangat mengikuti kompetisi ini karena kata-kata om Hasnul Suhaimi yang baru saja saya baca di buku #Linimas(s)a. Saya quote ya🙂

Menulis di blog itu gampang-gampang susah. Mungkin sedikit sulit jika tidak memiliki pengalaman menulis, tetapi bukan berarti tidak bisa

Kata-kata Om Blontank Poer juga menyemangati saya.

Konstitusi memang menjamin kita bebas menyampaikan pendapat, bahkan itu termasuk hak asasi manusia. Tapi asal mencela atau memaki juga akan berhadapan dengan undang- undang pidana

Setelah nonton film #linimas(s)a, saya dapat melihat efek dari adanya Internet. Mengingat pengguna Internet yang mencapai 45 Juta pelanggan, efek dari internet terasa begitu besar. Hanya dengan sebuah tweet, nyawa seseorang dapat terselamatkan. Hanya dengan mem-forward berita, seseorang yang terkena kanker bisa terselamatkan. Sebelum kita beralih ke topik yang lebih serius (emang bisa nulis serius?), mari kita bersantai terlebih dahulu.

Bangsa ini ada 60.000 desa. Bangsa ini memiliki 220 juta jiwa. Facebookers Indonesia 30,1 juta yang merupakan No. 2 di dunia. Tweeps Indonesia ada 6,2 juta tweeps yang merupakan No 3 terbesar di Asia dari sisi jumlah, dan 28,8% dari sisi aktivitas, yang menempati posisi diatas Brazil (20,5%) dan Amerika (11,9%). Pengguna Internet di Indonesia mencapai 45 juta pelanggan. Blogger Indonesia sekitar 2,7 juta. Pengguna HP di Indonesia rata-rata sekitar 150-180 orang. Ini merupakan Angka yang sangat besar. Faktor sosial orang-orang ingin eksis, orang ingin bergaul itu sangat cepat menjadi bahan bakar. Maka ketika ada Media sosial, langsung dikerubungi.

Itulah isi dari pembukaan film Linimas(s)a. Masih berhubungan dengan tulisan diatas, Menurut om Yanuar Nugroho:

Dalam masa keterbukaan, berbagai kelompok masyarakat sipil menggunakan Internet untuk menciptakan dan memperluas ruang publik, yang kini tak hanya off-line tetapi juga on-line

Berarti (menurut saya yang sok tahu ini) Internet dapat digunakan untuk memperluas ruang publik. Tahu Kak Ramaditya? Dia adalah seorang Blogger Tunanetra. Seseorang yang memiliki keterbatasan fisik saja dapat mengakses internet. Walaupun memiliki keterbatasan fisik, ini tidak menghalangi seseorang untuk dapat berkarya melalui Internet. SIlahkan buka Blog milik kak Ramaditya disini🙂. Mau lihat karya para Tunanetra? Bisa dilihat di KARTUNET (Karya Tunanetra). Mau lihat? Sama. Lihat nyuukaTahu Om Blasius Haryadi? Beliau lebih dikenal dengan Om Harry Van Yogya. Twitternya @harryvanyogya. Mungkin diantara kalian ada yang mau follow :p. Beliau seorang penarik becak di Yogyakarta yang sekarang sering menarik wisatawan mancanegara karena Internet.

Jaringan pertemanan saya di internet semakin hari semakin bertambah banyak, dan ini sebuah peluang bagi saya untuk bisa dimanfaatkan dalam mendapatkan uang. Saya mencoba menawarkan jasa transportasi becak kepada teman-teman di dunia maya, yang kebetulan merencanakan untuk berkunjung ke Yogyakarta. Ternyata tawaran ini ditanggapi beragam, ada yang percaya dan tentunya ada juga yang tidak percaya kalau saya tukang becak.. Mana ada tukang becak bisa menggunakan internet dan bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris, serta punya wawasan yang luas, begitulah tanggapan yang sering saya terima dari teman-teman di dunia maya. Tidak salah memang apa yang menjadi pemikiran teman-teman, dan dengan sabar saya jelaskan tentang siapa saya. Biasanya setelah mendengar banyak penjelasan yang saya sampaikan, teman-teman yang tadinya tidak percaya akan mulai bisa mempercayainya. Kepercayaan teman-teman semakin hari semakin bertambah kuat setelah ada banyak yang datang ke Yogyakarta dan membuktikan sendiri menggunakan jasa transportasi becak saya untuk berkeliling menikmati berbagai wisata di kota
Yogyakarta.

Maaf quote nya panjang :p. Itu hanya gambaran bagaimana seseorang dapat mencari uang dari Internet. Ingatkah kalian dengan kasus Ibu Prita Mulyasari? Beliau menulis e-mail dan surat pembaca yang mengeluhkan layanan suatu rumah sakit swasta pada tahun 2008. Beliau berbicara seperti ini *bentar nonton lagi*:

Baru saya ketahui bahwa, ternyata dukungan yang terbesar sekali memang pada saat itu pertama kali adalah dari Dunia Maya.

Ibu Prita yang didenda penjara 3 minggu dan membayar sebesar Rp 204 Juta atas gugatan rumah sakit menggunakan UU ITE, bebas dari segala tuntutan melalui gerakan Social Media. Dan jutaan rakyat Indonesia mengumpulkan koin solidaritas untuk membayar dendanya. Entah itu Pejabat, Orang kaya, sampai pengamen pun ikut membantu meringankan denda beliau. Sudah terlihat kan, betapa besarnya efek dari sebuah Internet.

Perlu bukti lain? Ingatkah kalian pada kasus Om Bibit Samad Rianto dan Om Chandra M Hamzah? Ingatkah kalian pada Grup “Gerakan 1.000.000 Facebookers dukung Bibit-Chandra” *kalau gak salah namanya itu*. Mengingat jumlah Facebookers yang mencapai 30,1 Juta, dan setiap orang saling berhubungan di Facebook, Maka mungkin saja target itu dapat tercapai *jangan kira ini pemikiran saya sejak dahulu kala*. Tahukah apa yang ada di benak Om Usman Yasin dari Bengkulu yang membuat grup tersebut? *maaf diedit sedikit*

Target 1 Juta sebenarnya hanya cita-cita… …Dan faktanya 9 Hari setelah diluncurkan pada saat itu tanggal 29 Oktober 2009 tepatnya jam 14.30. Hari berikutnya itu sudah tercapai.

Ini adalah sebuah bukti. Bukti bahwa kebebasan berekspresi di Internet bebas. Walaupun jika ada konten negatif, langsung di-blok oleh ISP masing-masing.

Marilah kita bersemangat untuk mempelajari Internet dan Komputer. Seseorang yang (maaf) cacat saja mau mempelajari apa itu Internet. Mengapa? Karena di Internet banyak sekali hal-hal yang positif (Walaupun juga ada yang negatif. Jadi kita harus pintar dalam memilah dan memilih). Sebagai contoh, membuat blog. Didalam blog tersebut, tuliskan apa yang kalian sukai dari kota tempat kalian tinggal minimal 1 halaman. Jika ada 1.000 anak mem-pos kan ke blog, berarti sudah ada 1.000 halaman baru. Dengan berbagi, kalian sudah mempelajari sebagian dari Internet. Berbagi informasi, berbagi pengalaman, dan berbagi segalanya. Seseorang yang belum pernah mengunjungi kota dimana kalian tinggal, bisa saja ingin berkunjung kesana untuk mampir.

Selingan : Kalau kalian suka bermain Game Online, jangan sering-sering. Kenapa? Saya baru saja bertemu dengan teman SD saya. Dia berkata

Jangan sering-sering maen Game Online. Nanti kayak aku. Abis berapa juta buat beli voucher. Pas udah bosen baru kerasa rugi.

Saran saya, berhati-hatilah jika sedang berada didalam dunia maya. Karena walaupun salah sedikit, akan diprotes oleh jutaan orang diseluruh dunia. Filter konten-konten negatif (contoh: Perjudian, Pornografi) karena tidak ada untungnya membuka site-site seperti itu. Dan jangan lupa, kalau sedang Blogging/Berada di suatu forum, ikuti Rulesnya, Bacalah ToS (Terms of Service) nya (Jangan kayak saya, gak suka baca ToS, eh Blog ini langsung di-deactivate sama WordPress :p), No SARA (Suku, Agama, Ras, Antar-golongan) kecuali pada tempatnya, No Flamming, No Tipu-tipu (temen saya ada yang pernah nipu orang di salah satu Forum Jual Beli. Gila gak tuh),  dan sebagainya. Saya setuju dengan pernyataan yang diungkapkan oleh salah satu tweeps yang memiliki username @arihendari disini:

kebebasan berekspresi di internet harus di imbangi dengan etika berinternet ^^

Ari. aku padamu. Kalo kamu punya ID KASKUS, kamu saya cendolin deh. Satu quote yang dapat mewakilkan saran saya:

“Wise While Online, Think Before Posting” -Internet Sehat

Beberapa komik yang saya kutip dari Chickenstrip beserta artinya yang (sepertinya) nyambung sama topik:

Bukannya udah di-blokir? Ini jadi pembicaraan hangat di Internet. Katanya sih emang buka file “ehm” :p

Efek Internet yang cukup besar. (Saya juga lagi bikin video lipsync loh. tapi salah yang harusnya 15 FPS malah diset di 5 FPS -_-“)

Kecanduan apdet setatus😀

Alhamdulillah selesai juga sampai di-Publish🙂 Sekian artikel saya. Mohon maaf bila ada kesalahan (apalagi bahasa nya gak nyambung).

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

(Postingan ini ditulis selama 5 hari. Yaitu tanggal 15, 16, 17, 24, dan 27. Mepet banget kan. Dari ujung tanggal 14 sampe ujung tanggal 30. Ya. Itulah efek dari Procrastination -_-” Bawaannya pengen maen, ngaskus semangat. Giliran mau lanjutin, eh capek. Mentok nih pikiran -_-“)

Visit juga ya http://muhammadrefa.byethost5.com/riddlegame buat yang suka maen Riddle Game🙂

2 thoughts on “Kebebasan Berekspresi (di) Internet

  1. woh, berarti ini postingan dengan penulisan terlama yang saya baca
    Procrastinator memang ribet, musuh yang kejam😀

    Eniwei, postinganya ciguy banget. Ibarat minuman, kaya es campur. Komplit bet dah😀

    Keep blogging😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s