The Fact and The Book


Setelah pusing menjalani hari ini, aku ditemani dengan koneksi internet, dan lagu yang diputar melalui iTunes-ku. Tanpa kusadari, aku telah selesai membaca buku Marmut Merah Jambu  karangan Raditya Dika. Dan ternyata ada beberapa kisah kita yang sama. Sebagai contoh, pada Bab 1: Orang Yang Jatuh Cinta Diam-Diam.

Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.

Well, setelah kutipan tersebut, aku akan memberitahukan kejadian yang sebenarnya.

Aku telah jatuh cinta kepada seseorang. Ya. Seorang laki-laki perempuan yang sungguh sangat cantik yang bernama Anis *nama samaran. Tetapi, aku hanyalah Jatuh Cinta diam-diam. Lalu, berakhirlah aku seperti ini. Anis telah ‘ditembak’ oleh seseorang yang juga temanku sendiri. Aku sudah berhasil melupakan dia. Lalu, aku mengirimkan SMS kepada semua temanku yang berisi:

tidak salah saya membaca buku #mmj.. dari bab 1 sampai akhir aku banget.. apa mungkin kehidupan @radityadika sama sepertiku? *ngarep

Gak nyambung banget ya…

Benar saja. Aku hanya bisa berharap semoga Anis senang dengan pasangannya *cielah bahasanya..

Sebagai penutup, saya akan kembali menuliskan kutipan dari Bab Terakhir Marmut Merah Jambu. Eits, jangan baca disini terus. Beli buku  yang aslinya. dijamin mantep deh :p

Entah sudah berapa kali gue naksir orang sebelum bertemu pacar gue yang sekarang ini. Entah berapa kali patah hati, berantem, cemburu yang gue alami sebelum ketemu dia. Entah berapa kali nembak dan putus, seolah-olah gue berlari dan berlari dari satu hubungan gagal ke hubungan gagal lainnya, seperti marmut yang tidak tahu kapan harus berhenti berlari di roda yang berputar.

 

Update:

Ini nih fotonya. *pake effect mosaic di Photoscape. Thanks Gerina :p

buat masuk blog

10 thoughts on “The Fact and The Book

  1. ketawan fotonya ***a :p nasib nya sama kaya aku. cima bisa buat dia bahagia dan buat dia sadar :(( (yang tau siapa, jangan kasih tau. awas tah :P)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s